HUBUNGAN ETIKA, NORMA, MORAL DALAM KAITANNYA DENGAN KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA DITINJAU DARI IMPLEMENTASI SILA-SILA

cropped-rizky.jpgSebagai suatu nilai, pancasila memberikan dasar-dasar yang bersifat Fundamental dan universal bagi manusia baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Adapun manakala nilai-nilai tersebut akan di jabarkan dalam kehidupan yang bersifat fraksis auat kehidupan yang nyata dalam masyarakat, bangsa maupun negara maka nilai- nilai tersebut di jabarkan dalam suatu norma-norma yang jelas sehingga merupakan suatu pedoman.

A.     PENGERTIAN ETIKA, NILAI, NORMA DAN MORAL

  1. Pengertian Etika

Etika termasuk kelompok filsafat praksis dan di bagi menjadi dua kelompok yaitu etika umun dan etiika khusus. Etika merupakan suatu pemikiran kritis yang mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan berhadapan dengan moral . Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikitu suatu ajaran moral tertentu, atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab dengan berbagai ajaran moral.

Sebenarnya etika lebih banyak bersangkutan dengan prinsip-prinsip dasar pembenaran dalam hubungan dengan tingkah laku manusia. Dapat juga di katakan bahwa etika berkaitan dengan dasar-dasar filosofi dalam hubungan dengan tingkah laku manusia.

2. Pengertian Nilai

Di dalam Dictionary of Sosciology and Related Sciences di kemukakan bahwa nilai adalah kemampuan yang percayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Di dalam nilai itu sendiri terdapat cita-cita, harapan-harapan, dambaan-dambaan dan keharusan.

 Hierarkhi Nilai

Max Sceler mengemukakan bahwa nilai-nilai yang ada, tidak sama luhurnya dan sama tingginya. Menurut rendahnya, Nilai-nilai dapat di kelompokan dalam 4 tingkatan sebagai berikut:

  1. Nilai-nilai kenikmatan
  2. Nilai-nilai kehidupan
  3. Nilai-nilai kejiwaan
  4. Nilai-nilai kerohanian

Walter G Everst mengolongkan nilai-nilai manusiawai ke dalam delapan kelompok yaitu:

  1. Nilai-nilai ekonomis
  2. Nilai-nilai kejasmanian
  3. Nilai-nilai hiburan
  4. Nilai-nilai sosial
  5. Nilai-nilai watak
  6. Nilai-nilai estesis
  7. Nilai-nilai intelektual
  8. Nilai-nilai keagamaan

Notonagoro memagi nilai menjadi tiga macam yaitu:

  1. Nilai materrial
  2. Nilai vitual
  3. Nilai kerohanian

Dan khusus nilai kerohanian in dapat di bedakan menjadi empat macam:

  1. Nilai kebenaran
  2. Nilai keindahan
  3. Nilai kebaikan
  4. Nilai religius

Notonagoro berpendapat bahwa nilai-nilai pancasila tergolong nilai-nilai kerohanian. Tetapi nilai-nilai kerohanian yang mengakui adanya nilai material dan nilai vital.

Jadi secara singkat dapat disimpulkan bahwa: Nilai: Sifat atau kualitas yang melekat pada suatu obyek, bukan obyek itu sendiri. Norma: Aturan tingkah laku yang ideal. Moral : Integritas dan martabat pribadi manusia. Sedangkan etika sendiri memiliki makna suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran dan pandangan moral.

B.    HUBUNGAN NILAI, NORMA DAN MORAL

Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan norma dan etika. Dalam pengertian inilah maka kita memasuki wilayah norma sebagai penutup sikap dan tingkah laku manusia. Sedangkan hubungan moral dengan etika sangat erat sekali dan kadangkala kedua hal tersebut di samakan begitu saja. Namun sebenarnya kedua hal tersebut memiliki perbedaan. Moral merupakan suatu ajaran-ajaran ataupun wewenang-wewenang, patokan-patokan, kumpulan peraturan, baik lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar menjadi manusia yang baik. Sedangkan Etika tidak berwenang menentukan apa yang boleh atau tidak boleh di lakukan oleh seseorang.

Nilai, norma dan moral langsung maupun tidak langsung memiliki hubungan yang cukup erat, karena masing-masing akan menentukan etika bangsa ini. Hubungan antarnya dapat diringkas sebagai berikut :

  1. Nilai: kualitas dari suatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia (lahir dan batin).

a)    Nilai bersifat abstrak hanya dapat dipahami, dipikirkan, dimengerti dan dihayati oleh manusia;

b)    Nilai berkaitan dengan harapan, cita-cita, keinginan, dan segala sesuatu pertimbangan batiniah manusia;

c)    Nilai dapat bersifat subyektif bila diberikan oleh subyek, dan bersifat obyektif bila melekat pada sesuatu yang terlepas darti penilaian manusia.

  1. Norma: wujud konkrit dari nilai, yang menuntun sikap dan tingkah laku manusia. Norma hukum merupakan norma yang paling kuat keberlakuannyakarena dapat dipaksakan oleh suatu kekuasaan eksternal, misalnya penguasa atau penegak hukum.
  2. Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan moral dan etika
  3. Makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang akan tercermin pada sikap dan tingkah lakunya. Norma menjadi penuntun sikap dan tingkahlaku manusia.
  4. Moral dan etika sangat erat hubungannya.

Etika adalah ilmu pengetahuan yangmembahas tentang prinsip-prinsip moralitas. Pada hakikatnya segala sesuatu itu bernilai, hanya nilai macam apa yang ada serta bagaimana hubungan nilai tersebut dengan Manusia.

 C.    IMPLEMENTASI ETIKA, NILAI, NORMA DAN MORAL DALAM SILA-SILA PANCASILA

Makna nilai-nilai setiap sila pancasila Nilai-nilai pancasila terdiri dari seperangkat prinsip yang merupakan sikap kepribadian bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut antara lain:

  1. Nilai ketuhanan yang Maha Esa berisi prinsip hidup sesuai dengan hakekat tuhan meliputi;

a)    Causa prima, sebab yang pertama dari segala sesuatu

b)    Pengatur tentang kehidupan alam

c)    Asal mula terjadinya sesuatu

d)    Maha kuasa, maha sempurna, maha baik

e)    Kekal selama-lamanya

f)     Wajib disembah dan wajib ditaati serta dihormati, kewajiban menyembah, mentaati dan menghormati sesuai dengan cara agama masing-masing.

  1. Nilai Kemanusiaan yang adil dan beradap

Bahwa kita berprinsip hidup sesuai dengan hakekat manusia sebagai mahluk individu yang membedakan manusia yang satu dengan manusia yang lain. Hakekat manusia sebagi mahluk social selalu hidup berkelompok sangat bergantung pada manusia lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Nilai yang harus dikembangkan ;

  1. Saling menghormati
  2. Saling menghargai
  3. Suka tolong menolong
  4. Peduli kepada sesama
  • Nilai Persatuan Indonesia.

Prinsip hidup mengandung makna bahwa; bangsa Indonesia adalah bangsa yang :

  • Memiliki persatuan dan kesatuan
  • Selalu utuh, tidak mau pecah belah
  • Hidup dalam wadah Negara kesatuan RI
  • Memiliki Negara yang mandiri, tidak tergantung pada bangsa lain
  • Selalu ikut mewujudkan perdamaian dunia lewat hubungan kerja sama dengan bangsa lain
  • Nilai Kerakratan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Ciri kehidupan berdemokrasi Indonesia;

a)    Menyelesaikan permasalahan dan perbedaan melalui musyawarah

b)    Setiap keputusan yang diambil melalui musyawarah mufakat

c)    Memiliki wakil rakyat untuk melaksanakan kehendak rakyat melalui pemilu

d)    Presiden dan wakil presiden dipilih oleh rakyat melalui pemilu secara berkala dan teratur.

  1. Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Prinsip hidup sesuai dengan hakekat adil yaitu keseimbangan antara hak dan kewajiban dengan maksud harus mendahulukan kewajiban. Kewajiban bergandengan dengan hak bila yang satu terpenuhi maka yang lain harus

dilaksanakan.

Wujud pelaksanaan nilai keadilan antara lain;

a)    Dalam memenuhi hak rakyat atas kepentingan jalan raya mohon pemerintah membangun jalan tol, membuat jembatan, memperbanyak alat transportasi

b)    Dalam memenuhi hokum, pemerintahan Negara, pemilik kendaraan harus membayar pajak dan menaati peraturan lalu lintas.

  1. Pengamalan pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pengamalan pancasila berarti pelaksanaan pancasila dalam bentuk tingkah laku dan tindakan atau perbuatan yang nyata sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam Negara Indonesia. Pengamalan pancasila sebagai dasar Negara mengandung keharusan yang harus dilaksnakan atau larangan-larangan yang harus dijauhi oleh stiap warga Negara, setiap penyelnggara Negara, serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan baik di pusat maupun di daerah.

Pancasila Sebagai Nilai Dasar Fundamental Bagi Indonesia.Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966 menyatakan: Pancasila seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 45 merupakan sumber hukum yang berlaku di negara RI dan karena itu secara obyektif ia merupakan suatu pandangan hidup, kesadaran, cita-cita hukum,serta cia-cita moral yang luhur yang meliputi suasana kejiwaan bangsa. Sebagai dasar  pandangan hidup bernegara dan sistem nilai kemasyarakatan, Pancasila mengandung 4 pokok pikiran, sebagai berikut:

  1. Negara merupakan negara persatuan, yang bhinneka tunggal ika. Persatuan tidak  berarti penyeragaman, tetapi mengakui kebhinnekaan yang mengacu pada nilai-nilaiuniversal Ketuhanan, kemanusiaan, rasa keadilan dan seterusnya.
  2. Negara Indonenesia didirikan dengan maksud mewuju dkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat, dan berkewajiban pula mewujudkan kesejahteraan serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
  3. Negara didirikan di atas asas kedaulatan rakyat. Kedaulata rakyat tidak bisa dibangun hanya berdasarkan demokrasi di bidang politik. Demokrasi harus juga dilaksanakan di bidang ekonomi.
  4. Negara didirikan di atas dasar Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini mengandung arti bahwa negara menjunjung tinggi keberadaan agama-agama yang dianut bangsa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s