MANUSIA, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

r.aspx44

MANUSIA, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

A. PENGERTIAN MANUSIA

  1. Homo sapiens, adalah makhluk yang bijak karena berpikir.
  2. Homo socius, adalah mahluk yang bias bersosialisasi.
  3. Homo homini lupus, manusia adalah makhluk ekonomi atau makhluk yang bias menghasilakn uang.
  4. Homo faber, adalah makluk yang bias membuat alat.
  5. Individiuum, adalah makhluk yang memiliki privacy
  6. Animal symbolicum, adalah makhluk yang sebagai simbol hewan.

Faktor-faktor yang dimiliki manusia (Dimensi manusia):

  1. Manusia dengan cinta kasih
  2. Manusia dengan keadilan
  3. Manusia dengan penderitaan dan kebanggan
  4. Manusia dengan harapan dan cita-cita.

HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
Manusia memiliki kemampuan menciptakan kebudayaan. Dengan budayanya, Manusia memiliki harkat dan derajat yang tinggi, oleh karena itu manusia perlu menekankan perinsip kemanuaiaan. Prinsip kemanusiaan mengandung arti adanya penghargaan dan penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia. Yang bias melakukannya hanya manusia pula.

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan menurut para ahli sebagai berikut:

  1. Herskovits, kebudayaan adalah sesuatu yang turun-menurun dari suatu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganisk.
  2. Andreas Eppink, kebudayaan adalah keseluruhan pengertian nilai, norma, ilmu pengetahuan, serta keseluruhan struktur-struktur social, religious dan lain-lain, ditambah lagi dengan segala pernyataan intelektual dan artistic yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
  3. Edward B. Taylor, Kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat sitiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
  4. Selo Soemardjan, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, cipta masyarakat.
  5. Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta hasil budi pekertinya.
  6. Heemingman, kebudayaan terdiri dari tiga jenis yaitu; gagasan, aktifitas dan artefak.

B. PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Kebudayaan/kultur, berasal dari kata cultuur (Belanda), culture (Inggris), tsqafah (Arab), atau colore (Latin) yang artinya mengolah mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan.
Kebudayaan berasal dari kata budhayah (sansekerta) bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Adapula yang mengartikan sebagai budi dan adaya yang berarti pikiran, perasaan dan perbuatan.
Berdasarkan pengertian diatas, kebudayaan mempunyai arti dua dimensi umum yaitu:

  1. Yang dapat diamati.
  2. Yang tidak dapat diamati

Menurut aliran materialism atau beharviorisme kebudayaan didefenisikan oleh para ahli sebagai berikut:

  1. Good enaugh : Pola-pola kehidupan dalam komunitas, aktivitas berulang-ulang secara regular serta pengaturan material dan sosial.
  2. Eugene A. Nida : perilaku manusia yang diajarkan terus menerus dari generasi yang satu ke generasi berikutnya.
  3. J. Verkuyl : segala sesuatu yang dikerjakan manusia, sebagai segala sesuatu yang dibuat oleh manusia.

C. PENGGOLONGAN DAN WUJUD KEBUDAYAAN

Wujud kebudayaan (Koentjara Ningrat) dapat digolongkan menjadi 3 yaitu:

  1. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide- ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
  2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
  3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Belajar Kebudayaan

Pengertian kebudayaan sebagai pola perilaku mengisyaratkan bahwa kebudayaan dapat dipelajari. Beberapa cara belajar tentang kebudayaan (koentjaraningrat), antara lain:

  1. Proses intrenaslisasi; proses belajar yang berlangsung sejak individu lahir sampai akhir hayatnya (dalam proses ini individu belajar untuk menanamkan segala hasrat, perasaan dan emosi yang diperlukan untuk menjalani kehidupan).
  2.  Proses sosialisasi; proses belajar yang berlangsung sejak masa kanak-kanak hingga tua (dalam proses ini individu belajar tentang pola-pola tindakan dalam berinteraksi dengan beraneka ragam individu disekelilingnya).
  3. Proses enkulturasi, (proses yang sudah terjadi sejak individu masih kecil. Yang dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian lingkungan teman-teman. Lalu linkungan yang formal misalnya sekolah, dan pada akhirnya lingkungan masyarakat). Hal hal yang dipelajari antara lain kontrol sosial, prasangka, gaya hidup, bahasa, belajaryang dijadikan pegangan dalam bertingkah laku.

Batasan-batasan Kebudayaan:

  1. Nilai: hal-hal yang dianggap bagus / tidak bagus dan diharapkan / tidak diharapkan.
  2. Norma: aturan dalam masyarakat tentang perilaku, pemikiran dan perasaan yang benar atau salah.
  3. Adat istiadat (folkways): norma yang mengatur tingkah laku yang diharapkan pada situasi harian.
  4. Kebiasaan (mores): tindakan yang benar atau salah, bermoral atau tidak bermoral.
  5. Taboo: kebiasaan yang dianggap negatif.
  6. Hukum (law): kode-kode formal dari perilaku yang mengikat keseluruhan masyarakat.
  7. Sanksi dan ganjaran: imbalan yang memperkuat pelaksanaan adat, norma, aturan atau undang-undang.

D. UNSUR BUDAYA

Unsur-unsur budaya menurut Prof. Koentjaraningrat, sebagai beikut:

  1. Seni: keindahan, rasa artistik dan estektik secara obyektif.
  2. Bahasa : alat komunikasi yang berupa lisan, tulisan, dan isyarat.
  3. Religi : keyakinan mencakup agama
  4. Adat istiadat : kebiasaa, atau tradisi yang dilembagakan
  5. Mata pencaharian : sumber penghidupan bagi manusia
  6. Sistem kemasyarakatan : tatanan masyarakat
  7. IPTEK: bagian dari modernitas.

E. ETIKA DAN ESTETIKA

1. Etika Manusia Dalam Berbudaya
Kata etika berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos. Secara etimologis adalah ajaran tentang baik dan buruk yang diterima umum tentang sikap, perbuatan, kewajiban dan sevbagainya. Etika sering disamakan dengan moral, ahlak atau kesusialaan. Etika bersifat pembatas dalam mengespresikan kebudayaan.
Ada tiga makna etika menurut Bertnes, yaitu:

  1. Etika dalam arti nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok orang dalam mengatur tingkah laku.
  2. Etika dalam arti kumpulan asas atau nilai (kode etik)
  3. Etika dalam arti ilmu atau ajaran tentang baik dan buruk (filsafat moral)

Etika berbudaya mengandung tuntutan/keharusan bahwa budaya yang diciptakan manusia mengandung niai-nilai etik yang bersifat universal (diterima semua orang). Budaya yang memiliki nilai etik adalah budaya yang mampu menjaga, mempertahankan, bahkan mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia itu sendiri.

2. Estetika Manusia Dalam Berbudaya
Estetika adalah teori tentang keindahan atau berkaitan dengan nilai-nilai indah-tidak indah. Estetika dapat dimaknai sebagai berikut:

  • Secara luas: keindahan yang mengandung ide kebaikan.
  • Secara sempit: indah yang terbatas pada lingkup persepsi penglihatan (bentuk dan warna).
  • Secara estetik murni: menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diresapinya melalui penglihatan, pendengaran, perabaan, dan perasaan, yang semuanya dapat menimbulkan persepsi (anggapan) indah. Budaya yang estetik berari budaya itu memiliki unsur keindahan. Budaya sebagai hasil karya manusia sesungguhnya diupayakan untuk memenuhi unsur keindahan. Semua kebudayaan memiliki nilai-nilai estetik bagi masyarakat pendukung budaya tersebut.

F. ETIKA DAN ESTETIKA

1. Pewarisan kebudayaan, Adalah proses pemindahan, penerusan pemilikan, dan pemakaian kebudayaan dari generasi ke generasi secara berkesinambungan. Pewarisan tersebut bersifat vertikal artinya budaya diwariskan dari generasi terdahulu kepada generasi berikutnya untuk diguanakan, dan selanjutnya diteruskan kepada generasi yang akan datang.
2. Perubahan kebudayaan, adalah perubahan yang terjadi sebagai akibat adanya ketiksesuaian diantara unsur-unsur budaya yang saling berbeda sehingga terjadi keadaan yang fungsinya tidak serasi bagi kehidupan. Beberapa aspek yang menjadi penyebab perubahan kebudayaan:

  • Perubahan lingkungan alam.
  • Kontak dengan suatu kelompok
  • Adanya penemukan (discovery)
  • Memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsi suatu pengetahuan atau kepercayaan baru.
  • Adopsi beberapa elemen kebudayaan material yang telah dikembangkan oleh bangsa lain di tempat lain.

3. Penyebaran kebudayaan (difusi), adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan suatu kelompok ke kelompok lain atau masyarakat ke masyarakat lain.
Macam-macam pengabungan budaya:
a. Difusi, adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu kelompok ke kelompok yang lain baik secara langsung maupun tidak langsung.
b. Asimilasi, adalah peleburan dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru.
Syarat asimilasi antara lain: adanya kebudayaan yang berbeda, pergaulan kebudayaan secara intensif dalam waktu yang lama, masing-masing kebudayaan tersebut saling berubah dan menyesuaiakan diri.
c. Akulturasi, adalah bersatunya dua kebudayaan atau lebih sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan keaslian.
d. Akomodasi, adalah suatu keadaan yang merujuk pada tercitanya keseimbangan dalam hubungan-hubungan sosial antara individu dan kelompok sehubungan dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat atau usaha untuk meredakan pertentangan atau usaha untuk mencapai kestabilan interaksi sosial.

Kebudayaan Indonesia sekarang mulai luntur tergerus arus globalisasi. Beberapa sebab hal yang menyebabkan lunturnya budaya bangsa Indonesia, antara lain:
a. Arus globalisasi.
b. Masuknya budaya Barat ke Indonesia
c. Kerangnya kesadaran masyarakat Indonesia dalam pelestarian budayanya.
Usaha untuk mencegah budaya tid
ak luntur, antara lain:
a. Memfilter budaya barat masuk ke indonesia.
b. Melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa.
c. Memilih dan menggunakan budaya barat yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.

G. HUBUNGAN MANUSIA, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

• Hubungan antara individu dan masyarakat:
Masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas.
• Hubungan antara individu, keluarga, dan masyarakat.
Individu  Keluarga  Masyarakat berkaitan erat dengan aspek sosial dari individu yang menggambarkan kebutuhan hakiki dari manusia, yang tercakupi melalui kontak individu dengan keluarga dan masyarakatnya.

• Hubungan antara masyarakat dan kebudayaan adalah
Kebudayaan tidak mungkin timbul tanpa adanya masyarakat dan ekstensi masyarakat itu hanya dapat dimungkinkan oleh adanya kebudayaan.
• Hubungan individu, masyarakat dan kebudayaan adalah
Hubungan individu dan kebudayaan adalah:
– Individu bertindak sebagai penganut kebudayaan.
– Individu bertindak sebagai pembawa kebudayaan.
– Individu bertindak sebagai manipulator
– Individu bertindak sebagai pencipta kebudayaan.
Wahana dimana individu hidup adalah masyarakat. Melaluis sitem nilai budaya, akan menata peranan sosialnya sesuai dengan status sosialnya. Jadi individu harus hidup di dalam masyarakat agar potensi budayanya berkembang yang mengantarnya menjadi manusia. Maka individu (manusia), masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dalam arti yang utuh. Karena ketiga unsur tersebut inilah kehidupan mahluk sosial berlangsung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s