Kok darah harus beli, padahal waktu donor tidak dibayar ?

Jika kamu pernah ikubloodt donor darah, apa pihak penyelenggara memberikan uang sepeserpun ke kamu? Hampir tidak ada, bukan?

Lalu mengapa ketika kamu membutuhkan darah harus membayar sejumlah uang ? Berikut ini penjelasannya.

Ada dua hal yang terkait dengan jawaban dari pertanyaan di atas :

  • pengelolaan darah, dan biaya pengolahan.

 

Pengelolaan Darah

Yang dimaksud dengan pengelolaan darah adalah tahapan kegiatan untuk mendapatkan darah sampai dengan kondisi siap pakai, yang mencakup antara lain :

  • Rekruitmen donor,
  • pengambilan darah donor,
  • pemeriksaan uji saring,
  • pemisahan darah menjadi komponen darah,
  • pemeriksaan golongan darah,
  • pemeriksaan kococokan darah donor dengan pasien,
  • penyimpanan darah di suhu tertentu,
  • dan lain-lain.

Untuk melaksanakan tugas tersebut dibutuhkan sarana penunjang teknis dan personil antara lain :

  • Kantong darah,
  • peralatan untuk mengambil darah
  • reagensia untuk memeriksa uji saring, pemeriksaan golongan darah, kecocokan darah donor dan pasien
  • alat-alat untuk menyimpan dan alat pemisah darah menjadi komponen darah
  • peralatan untuk pemeriksaan proses tersebut
  • pasokan daya listrik untuk proses tersebut, dan
  • personil PMI yang melaksanakan tugas tersebut.

Peranan ketersediaan prasarana di atas sangat menentukan berjalannya proses pengolahan darah. Untuk itu pengadaan dana menjadi penting dalam rangka menjamin ketersediaan prasarana tersebut, PMI menetapkan perlunya biaya pengolahan darah (service cost).

Biaya Pengolahan Darah (service cost)

Besarnya jumlah Service Cost yang ditetapkan standar oleh PMI, sesuai SK Gubernur No. 158 tahun 2010 tanggal 28 Januari 2010 adalah Rp.130.000,-/kantong (untuk RS Pemerintah) dan Rp. 250.000,-/kantong (untuk RS Swasta). Sedangkan untuk Rumah Sakit di luar DKI Jakarta (RS Pemerintah maupun RS Swasta) adalah Rp. 250.000,-/kantong.

Namun demikian dalam prakteknya di beberapa rumah sakit, terutama swasta, jumlahnya bisa disesuaikan dengan keadaan RS-nya oleh karena adanya kebijakan “subsidi silang”. Bagi yang tak mampu, pembebasan service cost juga dapat dikenakan sejauh memenuhi prosedur administrasi yang berlaku.

Service cost” tetap harus dibayar walaupun pemohon darah membawa sendiri donor darahnya. Mengapa demikian? Karena bagaimanapun darah tersebut untuk dapat sampai kepada orang sakit yang membutuhkan darah tetap memerlukan prosedur seperti tersebut di atas.

Sumber: http://tipedarah.tumblr.com/post/17704454038/kok-darah-harus-beli-padahal-waktu-donor-tidak-dibayar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s